Hidup Memang Harus Terus Berjalan
Hai all.
Apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan baik-baik saja ya. Amin.
Gw sendiri? Yah..gimana ya bilangnya. Bisa dibilang, akhir-akhir ini hidup gw agak ga teratur.
Tidur semakin larut dan bangun pun semakin siang. *anak gadis macam apa kau?
Iya, sejak ga tinggal di rumah lagi alias kost, gw emang bisa sedikit lebih santai. Kalo dulu waktu masih tinggal di rumah, gw harus bangun pagi saingan ama ayam (karena dari rumah ke kantor itu memakan waktu hampir 3 jam), sekarang gw udah ga perlu saingan lagi sama ayam. Karena jarak dari kost ke kantor cuman 30 menitan. Enak segh. Tapi gitulah, jadi makin ngerasa keenakan aja karena bisa tidur larut malam terus. Padahal itu ga baik bukan? *bukan
Anyway, selain jam tidur yang semakin tidak teratur, akhir-akhir ini gw juga sedang dipusingkan oleh buaaaaaaaanyak hal. Mungkin jari tangan yang ada 10 ini pun ga cukup untuk menghitung hal-hal tersebut. *halah
Suntuk segh kalo semakin dipikirkan. Jadi stress sendiri dan pengen lari entah kemana rasanya. Lari dimana ga ada satu orang pun yang kenal sama gw. Ato kalo bisa, pengen rasanya hidup dan waktu ini berhenti sebentaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrr aja.
Tapi kayaknya ga mungkin untuk saat ini. Jadi yah, ambil positifnya aja degh. Dengan stressnya gw, itu menandakan kalo gw emang betul-betul hidup.
Suntuk, stress, jenuh, down. Semua campur aduk.
Pengen rasanya menetapkan bahwa kesusahan hari ini cukuplah kesusahan hari ini. Tapi kok masih susah ya.
Tapi untungnya, gw masih bisa bertahanlah dengan keadaan yang semakin ga jelas ini. Masih bisa mengambil sisi positifnya.
Masih bisa berpikiran kalo hidup ini harus terus berjalan dan tidak akan pernah berhenti, kecuali gw mati.
Life must go on.
Serangkaian kata klasik. Saking klasiknya, jadi agak bosan juga sebenarnya membaca kalimat itu. Tapi dibalik ke-klasik-annya tersebut, kalimat itu memang betul adanya.
Yah. Hidup berjalan terus dan terus. Waktu pun akan terus berjalan, bahkan berlari.
Hidup ato waktu ga akan menunggu siapa pun. Mereka bakalan terus berjalan (berlari mungkin?), tanpa memperdulikan siapa yang tertinggal (ato terjatuh mungkin?)


